KEDIRI – Kontingen Kota Kediri mulai berlaga dalam Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) Jawa Timur 2026. Pemerintah Kota Kediri berharap capaian prestasi tahun ini bisa meningkat dibandingkan pelaksanaan sebelumnya yang berhasil menempati posisi delapan besar.
Sekretaris Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disbudparpora) Kota Kediri, Miko Mardianto, mengatakan, kontingen Kota Kediri mengikuti sejumlah cabang olahraga yang dipertandingkan dalam POPDA Jatim 2026.
Pelaksanaan POPDA secara resmi dijadwalkan pada 6-11 November 2026 di Kabupaten Ngawi. Namun, karena pertandingan dibagi di beberapa daerah, sejumlah cabang olahraga sudah mulai dipertandingkan sejak 29 Oktober, termasuk di Surabaya.
Miko menyebut, Kota Kediri telah mengantongi satu medali perak dari cabang olahraga akuatik. Pada POPDA sebelumnya, Kota Kediri berhasil menempati posisi delapan besar. Tahun ini, pihaknya berharap capaian tersebut bisa meningkat.
“Harapannya tentu yang terbaik. Artinya ada peningkatan dari pelaksanaan POPDA sebelumnya. POPDA sebelumnya kita di delapan besar, harapannya tahun ini bisa di atasnya itu,” ungkapnya.
Ia optimistis seluruh atlet Kota Kediri memiliki peluang untuk memberikan hasil terbaik. Meski demikian, persaingan dengan daerah lain juga menjadi tantangan tersendiri karena masing-masing kontingen telah melakukan persiapan.
“Harapannya adalah para atlet bisa memberikan yang terbaik,” katanya.
Sementara itu, Ketua Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia (POSSI) Kota Kediri sekaligus pelatih, Imam Sugeng, mengatakan, tim selam Kota Kediri mengirimkan sembilan atlet yang terdiri dari empat putra dan lima putri.
Ia menyebut, persiapan para atlet telah mencapai 100 persen. Mulai dari latihan fisik, teknik hingga strategi telah dimatangkan untuk menghadapi persaingan di ajang olahraga pelajar tingkat provinsi tersebut.
“Targetnya dari tim selam itu adalah lima emas. Karena kita banyak tim estafet juga. Harapannya lima emas,” ujar Imam.
Menurutnya, pembinaan atlet selam di Kota Kediri selama ini berjalan secara berjenjang, mulai dari kelompok usia junior hingga senior. Hal tersebut menjadi modal penting untuk menjaga regenerasi atlet agar prestasi tetap berlanjut.
“Antusiasmenya bagus pembinaan usia junior 2019-senior berjenjang, jadi harapan regenerasi atlet,” pungkasnya.
